Desa Sade Lombok: Mengunjungi Jantung Budaya Suku Sasak, Keunikan Rumah Adat Sade, dan Kekayaan Tradisi Tenun Khas Lombok

Di tengah pesona pantai dan keindahan alam Pulau Lombok, terdapat sebuah desa yang kokoh mempertahankan warisan leluhur: Desa Sade. Terletak di Lombok Tengah, desa ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan jantung budaya Suku Sasak, suku asli Lombok. Desa Sade Lombok menyajikan gambaran otentik kehidupan Desa Tradisional Sasak yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Kunjungan ke Desa Sade menawarkan pengalaman Wisata Budaya Lombok yang unik, di mana Anda dapat melihat langsung keunikan Rumah Adat Sade yang berlantai kotoran kerbau hingga proses pembuatan Tenun Khas Lombok yang indah. Artikel ini akan memandu Anda mengenal sejarah, keunikan arsitektur, tradisi, dan panduan praktis untuk mengunjungi benteng terakhir budaya Sasak ini.

 

1. Sejarah dan Identitas Suku Sasak

Desa Sade adalah cerminan ketahanan budaya di tengah modernitas.

 

Desa Tradisional Sasak di Lombok Tengah

Desa Sade adalah bagian dari Desa Tradisional Sasak yang menjadi pusat konsentrasi Suku Sasak yang masih mempertahankan kearifan lokal secara utuh. Terletak sekitar 30 km dari Kota Mataram, desa ini dikenal sebagai salah satu tempat terakhir yang masih teguh memegang tradisi Wetu Telu (meskipun secara umum penduduk Lombok kini mayoritas memeluk Islam Waktu Lima). Kehidupan sosial mereka dipagari oleh adat yang ketat, menjamin kelestarian budaya.

 

Menjaga Warisan Tradisi Nyale dan Pernikahan Adat

Masyarakat Sade secara aktif terlibat dalam menjaga tradisi Suku Sasak yang terkenal, termasuk yang paling ikonik: Tradisi Nyale (Bau Nyale), sebuah upacara tahunan untuk menghormati Putri Mandalika yang berkaitan dengan kemunculan cacing laut di pantai. Selain itu, Desa Sade juga kental dengan adat pernikahan yang unik, di mana calon pengantin wanita harus “diculik” terlebih dahulu oleh calon pengantin pria (Merariq).

 

2. Keunikan Arsitektur Rumah Adat Sade

Arsitektur di Sade sangat khas, mencerminkan kebijaksanaan lokal dalam memanfaatkan alam.

 

Rumah Berlantai Kotoran Kerbau: Filosofi dan Konstruksi

Rumah Adat Sade yang disebut Bale Tani atau Bale Bonder memiliki struktur yang unik. Atapnya terbuat dari ijuk dan dindingnya dari bambu. Keunikan terbesar terletak pada lantai rumah yang terbuat dari campuran tanah liat, abu sekam, dan kotoran kerbau atau sapi. Kotoran ini dicampur air dan dioleskan secara berkala.

Secara filosofis, ritual pengolesan kotoran kerbau melambangkan penghormatan terhadap kerbau sebagai hewan yang membantu pertanian dan simbol kesuburan. Secara fungsional, cara ini dipercaya mampu memperkuat lantai, membersihkan debu, dan menjaga kehangatan ruangan, serta ampuh sebagai penolak serangga, terutama nyamuk.

 

Tata Letak Desa yang Simetris

Desa ini ditata secara simetris, dengan rumah-rumah yang berjejer menghadap utara atau selatan, sesuai dengan kepercayaan lokal. Rumah-rumah tradisional ini umumnya berbentuk panggung, dengan area kolong yang sering digunakan untuk menyimpan hasil panen atau menenun. Ciri khas lain Rumah Adat Sade adalah minimnya jendela di bagian depan, yang dipercaya untuk menjaga privasi penghuni.

 

3. Kerajinan Tangan dan Ekonomi Lokal

Perempuan di Sade adalah penjaga utama ekonomi dan budaya.

 

Tenun Khas Lombok: Karya Seni Wanita Sasak

Perempuan di Desa Sade diwajibkan untuk mahir menenun sebagai syarat wajib menuju pernikahan. Keterampilan menenun ini telah diturunkan dari generasi ke generasi. Tenun Khas Lombok dari Sade, terutama kain songket dengan motif khas Suku Sasak, memiliki nilai seni dan jual yang tinggi. Proses menenun yang memakan waktu lama dan menggunakan bahan pewarna alami menjadikan setiap helai kain adalah karya seni yang eksklusif.

 

Interaksi dan Berbelanja Langsung dengan Warga

Saat berkunjung, wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan para perempuan Sasak yang sedang menenun di teras rumah mereka. Selain melihat prosesnya, Anda juga dapat membeli hasil Tenun Khas Lombok dan kerajinan tangan lainnya (gelang, kalung) langsung dari pengrajin, yang secara langsung mendukung perekonomian Desa Tradisional Sasak ini.

 

4. Panduan Praktis Kunjungan

Lokasi dan Rute ke Desa Sade

Desa Sade terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

  • Akses: Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur utama menuju kawasan wisata Kuta Mandalika dan hanya sekitar 15-20 menit perjalanan dari Bandara Internasional Lombok (BIL).

 

Tiket Masuk Desa Sade dan Etika Berkunjung

  • Tiket Masuk Desa Sade: Tidak ada harga tiket masuk resmi yang ditetapkan. Warga Sade mengandalkan sistem sumbangan sukarela (donasi) yang dimasukkan ke kotak yang disediakan. Donasi ini digunakan untuk biaya pemeliharaan desa.
  • Pemandu Lokal: Wisatawan sangat dianjurkan untuk menggunakan jasa pemandu lokal (warga Sade) yang akan menjelaskan setiap detail arsitektur dan tradisi desa.
  • Etika: Selalu meminta izin sebelum memotret orang, terutama di dalam rumah. Hormati setiap larangan dan patuhi etika yang disampaikan oleh pemandu.
Post Tags :
Social Share :